Assalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh
Hai Guys... Gimana kabar kalian? Disini kakak mau menceritakan sedikit pengalaman kakak waktu MA (Sederajat SMA) ikut lomba KSM (Kompetisi Sains Madrasah) Fisika 8 Mei 2015 yg diadakan oleh Kementrian Agama, yaitu perasaan yg kakak alami saat akan lomba, saat lomba, dan sesudahnya. Waktu itu kakak masih kls 10, Guys. Peserta termuda dari peserta lomba KSM Fisika lainnya. Sebelum lomba: sock (terkejut) dan senang. Gimana tidak sock, kakak langsung dipilih sama guru fisika kakak waktu pelajaran fisika & waktu dipilih itu adalah 11 hari sebelum lomba (hari Selasa, lombanya hari Jum'at minggu depannya. Padahal hari Jum'at itu hari weekend kakak :( . Yaudah Kakak terima saja semua itu. Setelah pengumuman dari guruku bahwa aku calon peserta lombanya, aku mulai mempersiapkan diri. Selasa depan pun tiba, kemampuanku diadu dengan kakak kelasku oleh guru fisikaku , eh ternyata hasilnya mengejutkan... kakak lolos sebagai peserta utamanya. Hari itu juga dan hari Rabunya aku di dril (diberi soal2 lombanya & dibimbing oleh guruku). Kamisnya, rencananya mau di dril lagi, tapi takdir berkata lain. Salah satu guru ngajiku ditimpa musibah, yakni salah satu orang tuanya dipanggil pulang ke rahmat Allah Subhana wa Ta'ala. Yaudah tidak jadi deh di drilnya, perwakilan guru pada ke rumahnya utk layat, salah satunya guru fisikaku. Hm... karena hari itu tdk jadi di dril, aku mencoba belajar sendiri (autodidactic) dan mempersiapkan mental utk menghadapi lomba besok Jum'atnya. Eits... jgn kira mental itu tdk penting, mental itu justru sangat penting supaya kita tdk takut menghadapinya (kabur/mengundurkan diri).
Saat lomba: Sedikit khawatir. Gimana tidak khawatir, semua saingannya kakak kelas (kls 11). Hari Jum'atnya pun tiba. Aku beserta delegasi lomba yg lainnya (yg Ekonomi, Geografi, Matematika, Kimia, Biologi) berangkat menuju MAN 01 Semarang. Tempat itu sdh tdk asing bagi kakak krn kakak pernah ke sana waktu MTs (sederajat SMP) utk lomba Fisika juga & alhamdulillahnya juara 3 Se-Kota Semarang. Aku berusaha mengerjakan dengan sebaik mungkin.
Setelah lomba: rasa khawatir belum reda. Hm... kakak hanya pasrah dengan Rabb yg Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan wkt itu kakak langsung pulang, soalnya yg lain sdh pada tdk sabar ingin pulang. Dan esok harinya, guru fisikaku membawa piala sambil memanggil2 namaku. Aku senang banget, ternyata hanya aku yg bisa membawa nama sekolah dengan juara 3 fisika Se-Kota Semarang. TerimaKasih y Allah yg telah memberiku yg terbaik, guruku, orang tuaku yg sdh mendukungku dan diriku sendiri yg mau diajak maju.
Hai Guys... Gimana kabar kalian? Disini kakak mau menceritakan sedikit pengalaman kakak waktu MA (Sederajat SMA) ikut lomba KSM (Kompetisi Sains Madrasah) Fisika 8 Mei 2015 yg diadakan oleh Kementrian Agama, yaitu perasaan yg kakak alami saat akan lomba, saat lomba, dan sesudahnya. Waktu itu kakak masih kls 10, Guys. Peserta termuda dari peserta lomba KSM Fisika lainnya. Sebelum lomba: sock (terkejut) dan senang. Gimana tidak sock, kakak langsung dipilih sama guru fisika kakak waktu pelajaran fisika & waktu dipilih itu adalah 11 hari sebelum lomba (hari Selasa, lombanya hari Jum'at minggu depannya. Padahal hari Jum'at itu hari weekend kakak :( . Yaudah Kakak terima saja semua itu. Setelah pengumuman dari guruku bahwa aku calon peserta lombanya, aku mulai mempersiapkan diri. Selasa depan pun tiba, kemampuanku diadu dengan kakak kelasku oleh guru fisikaku , eh ternyata hasilnya mengejutkan... kakak lolos sebagai peserta utamanya. Hari itu juga dan hari Rabunya aku di dril (diberi soal2 lombanya & dibimbing oleh guruku). Kamisnya, rencananya mau di dril lagi, tapi takdir berkata lain. Salah satu guru ngajiku ditimpa musibah, yakni salah satu orang tuanya dipanggil pulang ke rahmat Allah Subhana wa Ta'ala. Yaudah tidak jadi deh di drilnya, perwakilan guru pada ke rumahnya utk layat, salah satunya guru fisikaku. Hm... karena hari itu tdk jadi di dril, aku mencoba belajar sendiri (autodidactic) dan mempersiapkan mental utk menghadapi lomba besok Jum'atnya. Eits... jgn kira mental itu tdk penting, mental itu justru sangat penting supaya kita tdk takut menghadapinya (kabur/mengundurkan diri).
Saat lomba: Sedikit khawatir. Gimana tidak khawatir, semua saingannya kakak kelas (kls 11). Hari Jum'atnya pun tiba. Aku beserta delegasi lomba yg lainnya (yg Ekonomi, Geografi, Matematika, Kimia, Biologi) berangkat menuju MAN 01 Semarang. Tempat itu sdh tdk asing bagi kakak krn kakak pernah ke sana waktu MTs (sederajat SMP) utk lomba Fisika juga & alhamdulillahnya juara 3 Se-Kota Semarang. Aku berusaha mengerjakan dengan sebaik mungkin.
Setelah lomba: rasa khawatir belum reda. Hm... kakak hanya pasrah dengan Rabb yg Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan wkt itu kakak langsung pulang, soalnya yg lain sdh pada tdk sabar ingin pulang. Dan esok harinya, guru fisikaku membawa piala sambil memanggil2 namaku. Aku senang banget, ternyata hanya aku yg bisa membawa nama sekolah dengan juara 3 fisika Se-Kota Semarang. TerimaKasih y Allah yg telah memberiku yg terbaik, guruku, orang tuaku yg sdh mendukungku dan diriku sendiri yg mau diajak maju.
Sekian Dulu y Guys, InsyaAllah akan bersambung lagi di lain prestasi.
Wassalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.
